Infaq Pengadaan Ambulance NU Care

Dalam rangka pengabdian NU kepada masyarakat, PCNU Trenggalek melalui NU Care LazisNU bermaksud melakukan pengadaan 1 unit Mobil Ambulance. Kami sangat mengharapkan peran serta Bapak/Ibu dermawan untuk turut mewujudkannya. Infaq Bapak/Ibu sekalian akan lebih cepat merealisasikan peran NU dalam melayani umat. NU memanggil kita untuk beramal nyata.
2.17% Raised
Rp 6.500.000 donated of Rp 300.000.000 goal
2 Donors
Campaign has ended

Kenapa harus Ambulance ? Beberapa hal yang mendasari kita akan adalah :

  1. Dapat memberikan layanan antar/jemput pasien secara gratis;
  2. Menyasar 2 pilar program sekaligus, yaitu Program Kesehatan dan NU Care Siaga Bencana;
  3. Dapat memback up kegiatan-kegiatan NU beserta banom dan lembaga-lembaganya yang seringkali mengumpulkan massa dalam jumlah besar;

Pesan Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin kepada para pengurus di lingkungan Nahdlatul Ulama tentang dua aspek organisasi, yakni pemikiran (fikrah nahdliyah) dan gerakan (harakah nahdliyah). Keduanya menjadi garis atau pegangan yang harus dipedomani warga NU.

Pada aspek pemikiran, NU memegang apa yang disebut dengan tawassuthiyah (moderasi), tathawwuriyah (dinamisasi) dan manhajiyah (metodologi). Moderat artinya tidak terlalu tekstual, juga tidak terlalu liberal.

NU adalah organisasi yang berpikir dinamis sebagaimana jargon al-muhafadhah ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah (melestarikan tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik). Dalam proses dinamisasi tersebut, NU harus berpedoman dengan metodologi atau manhaj.

Dari sisi gerakan, NU mengedepankan himayah (perlindungan) dan ishlahiyyah (perbaikan). NU harus menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah yang mengedepankan sikap-sikap toleran, moderat, dan adil.

Beliau juga mendorong NU untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Al-muhafadhah ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah, menurut beliau ini kurang inovatif, hanya menjaga dan mengambil. Moto ini mesti ditambah dengan al-ishlah ila ma ghairil ashlah (memperbaiki apa yang belum menjadi lebih baik).

Tapi yang lebih baik juga tidak seterusnya baik. Baik hari ini belum tentu baik nanti. Jadi harus ditambahi lagi ‘tsummal ashlah fal ashlah (perbaikan terus menerus). Imam Izzuddin Abdus Salam yang mengatakan bahwa orang yang mengabaikan inovasi berarti tak paham soal keutamaan perbaikan. Garis-garis tersebut dengan sebutan mabadi nadhliyat (dasar-dasar ke-NU-an).

Khusus tentang zakat, saya menyerukan harakah an-nahdliyyah lizzakah, yaitu menggelorakan gerakan kebangkitan kaum nahdliyin untuk berzakat. Tentu pemberdayaan masyarakat sebagai pen-tasharruf-annya harus inovatif, kreatif dan menyesuaikan dengan keadaan zaman.

Zakat, infak, dan sedekah adalah sendi pembangunan, selain rukun Islam.