Launching KOtak INfaq NUsantara

Bertempat di Aula Gedung NU Lantai 3, Jl. Panglima Sudirman 26 Trenggalek pada Sabtu, 16 Desember 2017 telah dilaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus peluncuran Gerakan NU berzakat menuju kemandirian umat melalui launching KOtak INfaq (KOIN) NUsantara oleh Rois Syuriah KH Ma’shum dan Ketua Tanfidz KH Fatkhulloh Soleh, SH.

Acara tersebut dihadiri oleh Pengurus Harian PCNU Trenggalek, Pengurus Lembaga dan Badan Otonom, MWC NU se-Kabupaten Trenggalek dan jamaah sholawat Al Banjari. Tidak kurang dari 500 orang hadir dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Fatkhulloh Sholeh, SH yang akrab disapa Gus Loh menyampaikan bahwa sudah waktunya Nahdlatul Ulama bangkit secara jam’iyyah dengan memberdayakan jamaah. Gerbong besar Nahdlatul Ulama akan memberikan peran yang nyata kepada umat jika dilakukan bersama-sama. Melalui Kotak Infaq Nahdlatul Ulama diharapkan seluruh elemen NU gemar berinfaq yang kemudian dengan pengelolaan yang profesional akan mampu menggerakkan sendi-sendi aswaja melalui struktur dan kultur NU. NU memiliki lembaga yang mengurusi zakat, infaq dan shodaqoh yang terstuktur dari Pusat (PBNU) sampai tingkatan terbawah yang sudah diakui Kementerian Agama, yaitu NU Care Lazisnu.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur NU Care Lazisnu Trenggalek Agus Yusuful Khamdani, MSi yang akrab dipanggil Gus Yusuf menyatakan bahwa esensi dari launching KOIN NUsantara adalah memberikan kesempatan belajar zakat sebelum nishob. Karena lazim dalam lingkungan kita bahwa pembelajaran sholat, puasa dan manasik haji sudah dimulai sebelum baligh, namun pembelajaran akan zakat seakan lalai diajarkan melalui praktek sehingga kewajiban berzakat pada masanya ketika cukup nishob jarang diantara kita yang melaksanakannya.

Disini merupakan momentum untuk belajar bersama dengan menyisihkan sedikit harta kita setiap hari untuk disedekahkan untuk kemudian dikumpulkan melalui NU Care Lazisnu. Pengelolaan yang tepat dari zakat, infaq dan shodaqoh tersebut adalah demi membantu sesama dalam 4 pilar program NU secara nasional.

Selama 2 bulan masa berdirinya NU Care Lazisnu Trenggalek sudah terdapat setidaknya 30 jamaah yasin yang ikut dalam program shodaqoh harian ini. Setiap anggota jamaah Yasin tersebut berinfaq setiap hari sesuai kemampuannya (anjuran kami 2,5% dari penghasilan harian) dan kemudian dikumpulkan setiap seminggu sekali saat dilaksanakan Yasinan rutin kelompoknya. Pengelolaan infaq tersebut kembali kepada masing-masing jamaah melalui program diantaranya santunan kematian senilai Rp 1.000.000; santunan kesehatan; santunan korban bencana; bantuan permodalan usaha dan sebagainya.

Insya Allah, melalui kesadaran bersama akan zakat, infaq dan shodaqoh menjadikan kemandiran umat secara merata. Amin Yaa Robbal ‘Alamiin.

[Not a valid template]